TENTANG KESELAMATAN JALAN RAYA

Faktor Utama Kecelakaan Jalan Raya

Ada 5 faktor utama penyebab kecelakaan, yaitu:

1. Prasana Jalan (Road)

Jalan adalah faktor yang pertama karena kejadian kecelakaan adalah di jalan raya.

2. Sarana kendaraan (Vehicle)

Kendaraan adalah faktor yang kedua, karena merupakan penyebab kecelakaan yang utama. Misalnya, kendaraan yang tidak layak operasi bisa membahayakan. Oleh sebab itu, untuk kendaraan pribadi dan umum, harus dilakukan pengujian kendaraan apa layak atau tidak beroperasi.

3. Manusia pengendara dan pejalan kaki (Men)

Manusia sebagai pengemudi dan pejalan kaki adalah faktor ketiga, karena merupakan subyek kecelakaan. Faktor manusia juga sangat menentukan, misalnya dalam keadaan mabuk, kelelahan setelah lebih dari empat jam mengemudi, cacat fisik, rabun malam pada waktu berkendara malam, minum obat influenza hingga menyebabkan kantuk, tidak memiliki SIM, menyeberang jalan tidak pada tempatnya, dsb.

4. Faktor sekeliling atau cuaca (Physical Environment and Weather)

Berkendara di jalan raya dipengaruhi faktor sekelilingnya, antara lain adalah komdisi sekeliling dan faktor cuaca. Sehingga apapun jalan yang baik dan kendaraan yang sempurna akan sangat dipengaruhi kondiri sekeliling, misalnya pohon yang rindang atau panas tanpa ada pohon, musim hujan yang menyebabkan jalan menjadi basah dan licin.

5. Rambu dan Peraturan (Sign – Marking and Regulation)

Telah diupayakan agar rambu-rambu dipasang unutk dapay memperingati pengendara agar hati-hati, misalnya jalan menikung tajam, pendangan terhalang, jangan mendahului pada tikungan tajam, dlsb. Semua ini, rambu dan marka jalan, dapat membantu para pengendara agar hati-hati.

Di lain pihak, peraturan juga memberi tahu bahwa jalan ini tidak cocok untuk kendaraan berat misalnya, karena ada jurang sekitarnya.

Informasi Kecelakaan dan Kampanye Keselamatan Jalan Raya

Kampanye Keselamatan Jalan Raya

Tidak ada perjanjian global yang merumuskan panduan tentang keselamatan jalan raya, namun berbagai patokan umum telah dirumuskan untuk mendapatkan kanpanye pendidikan berlalu-lintas di jalan raya yang baik. Kalau hal ini dihubungkan dengan kampanye melalui penindakan kepolisian, maka akan diperoleh kelakuan berkendara dengan baik.

ORD dan IOF melakukan Kampanye Keselamatan Jalan Raya misalnya membagikan stiker dan selebaran serta pemasangan baligo di tempat-tempat yang strategis cara pemakaian helm yang benar, di mana dijelaskan bentuk helm standar yang aman dalam melindungi kepala kita dan pemakaian helm yang benar, serta santun berkendara sepeda motor. Kampanye ini disiarkan melalui media TV dan radio khususnya bagi para pengendara sepeda motor.

Dalam perkembangan selanjutnya diharapkan agar Kampanye ini diperluas untuk para pejalan kaki, khusus bagi anak-anak muda usia perlu dijelaskan berjalan yang santun guna menghindari kecelakaan, misalnya para anak didik di sekolah taman anak-anak dijelaskan dan dibagikan video kepada sekolah untuk memberi penjelasan tentang berjalan di jalan raya yang aman dan santun agar terhindar dari berbagai kecelakaan yang sewaktu-waktu dapat terjadi pada mereka.

Berikut ini adalah kempanye keselamtan jalan raya yang sering dipakai.

1. Kampanye keselamatan jalan raya selalu mengikuti konteks strategic: Pemasangan iklan kampanye harus dilakukan dengan koordinasi program keselamtan jalan raya. Kampanye melalui iklan atau publikasi yang tidak saling berhubungan akan memboroskan keuangan dan tidak menegnai target perbaikan yang akan dicapai.

2. Analisa keadaan keselamatan jalan raya yang ada sekarang: keputusan bagaimana iklan menghasilkan yang tepat berdasarkan analisa ilmiah atas keadaan lalu-lintas dan transport jalan yang dapat diperoleh sekarang, misalnya: statistik kecelakaan, surve pengamatan, riset terhadap kelakuan berlalu-lintas, sumber riset tentang keselamatan jalan raya.

3. Identifikasi peranan iklan media massa: peranan media massa secara strategis harus diidentifikasi, kemungkinan peranan informasi seperti hukum yang baru atau penindakan kepolisian melalui kegiatan engineering/IT, agenda pelaksanaan, perubahan kelakuan masyar

4. Menunjang kampanye penindakan kepolisian: Pemasangan iklan yang telah dievaluasi dan memperlihatkan perubahan berlalu-lintas dari masyarakat dalam mendukung penindakan kepoliasian. Target pertama dari kepolisian, termasuk kelakuan yang tidak aman merupakan hal penting dari kampanya. Iklan juga harus menuturkan pesan khusus tentang target dari pihak kepolisian. Pemakai jalan harus melihat apa yang dilakukan dengan penindakan kepolisian. Sebagai contoh inisiatif ‘three in one’ merupakan dari bagian penindakan kepolisian.

5. Dasar peneiltian: pengembangan materi iklan harus berdasarkan penelitian ilmiah, termasuk terhadap kelompok target dari pada pemikiran yang baik. Meskipun demikianm penilitan haruslah berorientasi pada: bagaimana kempanye dilakukan, pesan khusus dari kampanye, pilihan media yang tepat, monitoring kampanye, dan evaluasi kanpanye.

6. Mempromosikan kelakuan khusus: Promosi yang baik adalah antara lain pada kecepatam yang tepat, pemakaian sabuk pengaman, pemakaian helm yang benar. Iklan umum tentang berkendara yang baik adalah tidak tepat karena semua pengemdara merasa sudah baik berkendara.

7. Mempromosikan kelakuan yang positif: Iklan kampanye harus yakin tarhet kelakuan adalah benar dan kampanye itu memberikan pesan yang jelas tentang berkendara yang baik.

8. Memakai azas marketing yang profesional: kampanya yang efektif adalah azas marketing yang profedional dan penggunaan organisasi yang tepat.

9. Evaluasi diperlukan untuk menilai apakah iklan tersebut sudah tepay sasarannya. Perlu dilakukan mengujian hasil yang tepat, dan harus diketahui secara luas oleh masyarakat dari program keselamatan berlalu-lintas dan hal lain yang berkaitan.

Informasi Kecelakaan Jalan Raya

Selain itu berbagai kecelakaan yang terjadi telah dicatat tahun demi tahun untuk melihat pertumbuhannya apakah meningkat terus dan dipantau serta masyarakat perlu mendapat informasi keadaannya agar waspada akan malapetaka ini. hal ini perlu dipublikasi secara terbuka dan disebarluaskan agar masyarakat dapat mengetahui keparahan kecelakaan selama ini, termasuk pesan khusus tentang inisiatif penanggulangan kecelakaan jalan raya,

Peralatan Bantu Keselamatan Jalan Raya

Berbagai peralatan bantu keselamatan jalan raya, misalnya:

1. Pemasangan Rambu khusus pada lokasi yang sering terjadi kecelakaan. Pemasangan rambu ini dimaksudkan agar para pengemudi lebih berhati-hati, selain juga merubah desain jala yang bersangkutan.

2. Pemakaian helm yang benar dengan helm standar. Hal ini telah diterapkan ke beberapa daerah dengan penegakanan hukum yang berlaku, dengan hasil beberapa daerah ada kemajuan tentang penggunaan helm.

3. Pemakaian sabuk pengaman untuk semua kendaraan bermotor 4 roda atau lebih, di sini juga diberlakukan di beberapa daerah, dan diambil tindakan hukum.

4. Menyalakan lampu sepeda motor pada waktu siang hari, ternyata menyalakan lampu pada siang hari cukup efektif, di mana kendaraan menjadi terlihat menyolok pada siang hari.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: