Hati-hati bila menggunakan minibus

BOGOR, KOMPAS.com – Tiga orang tewas di tempat, satu orang luka berat, dan empat lainnya luka ringan akibat mobil Daihatsu Zebra B 8627 YH terguling di Tol Jagorawi KM 37.300, Senin (14/2/2011) sekitar pukul 07.00 WIB. Lokasi kecelakaan tersebut masuk wilayah Kampung Jampang, Desa Cadas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Mobil tersebut melaju dari arah Bogor menuju Jakarta.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Fathoni Riza mengatakan, kecelakan tersebut diduga akibat sopir mengantuk. Berdasarkan keterangan saksi, mobil tiba-tiba kehilangan kendali, melenceng ke kiri lalu menabrak guardrail (pembatas jalan terbuat dari besi), lalu terbalik. Dugaan sementara, hal ini akibat sopir mengantuk.
Tiga orang yang tewas di tempat adalah Asep Iskandar (56, sopir minibus) warga Gang M 1 No 91 RT 06 RW 13 Kelurahan Kebun Baru, Jakarta Selatan; Irawati Latif (52) warga Jalan Jaidi RT 05 RW 11, Kelurahan Pejanten timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan; dan seorang perempuan berusia sekiatar 35 tahun, yang belum jelas identitas dirinya. Ketiga jenazah korban kini berada di RS PMI Bogor.
Sementara korban luka berat dan luka ringan dirawat di RS Bina Husada Cibinong. “Identitasnya masih sedang kami data,” kata Kanit Laka Lantas Polres Bogor Ipda Muhammad Taufik.
Hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki, apakah mobil yang dikemudikan Asep tersebut mobil carteran atau mobil omprengan.
 
 
Author: RTS
Editor: hertanto

posted by http://www.ordtraining.com via BB

Dua Truk dan Satu Elf Tabrakan Beruntun

08:08 February 14, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Kecelakaan beruntun melibatkan dua truk dan satu mobil elf terjadi di perempatan Slipi, Jakarta Barat, Senin (14/2/2011) pagi.
TMC Polda Metro Jaya melansir, kecelakaan tersebut terjadi pukul 04.58 WIB, mobil Isuzu Elf dengan nomor polisi B 7363 YZ bertabrakan dengan truk dengan nomor polisi D 9192 AA dan truk D 9243 AA.
Selain itu, kecelakaan juga terjadi di Tol Tangerang arah ke Tomang pada Kilometer 13 pukul 05.30 WIB. Kecelakaan tunggal ini terjadi akibat truk dengan nomor polisi BG 8830 UE menabrak Barrier.
TMC juga melaporkan, truk tronton dengan nomor polisi B 9716 TW mengalami gangguan mesin di kilometer 1.800 Tol Cawang arah ke Semanggi dan saat ini masih menunggu derek.
Editor: hertanto

posted by http://www.ordtraining.com via BB

2 Orang Tewas Krn tidak pake helm

2 Pemotor Tewas Dilindas Mobil di Puncak
07:07 February 14, 2011

CIANJUR, KOMPAS.com – Dua pengendara sepeda motor bernomor polisi F 4581 WN, tewas di tempat akibat terlindas mobil APV bernomor polisi F 1414 GQ, di Jalan Raya Puncak-Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Senin (14/2/2011) dini hari.
Pengendara sepeda motor dari arah Cipanas menuju Puncak itu diketahui melaju dengan kecepatan tinggi, berusaha menyusul kendaraan di depannya.
Sedangkan dari arah berlawanan, mobil AVP warna merah juga melaju dengan kecepatan tinggi, berusaha kembali ke posisinya, usai menyalip kendaraan di depannya.
Pengendara sepeda motor yang belum diketahui identitasnya itu kehilangan kendali ketika melihat ada kendaraan lain dari arah berlawanan.
Ia diduga berusaha menghindari tabrakan dengan cara menginjak rem, namun kemudian tidak bisa menguasai laju sepeda motornya hingga terpelanting ke kanan jalan.
Tubuh pengendara sepeda motor terpelanting ke bagian bawah mobil yang masih melaju dengan kecepatan cukup tinggi itu hingga akhirnya tewas dengan kondisi kepala pecah.
“Pengendara sepeda motor yang terjatuh dilindas mobil yang masih melaju kencang. Sedangkan penumpangnya terpental ke jurang sedalam enam meter,” kata Aan (29) saksi mata tukang ojek yang biasa mangkal tidak jauh dari lokasi.
Saksi dan warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut tidak berani menolong pengendara yang terjepit di bawah mobil. Namun warga sempat melaporkan kejadian tersebut pada petugas kepolisian.
Petugas dari Mapolsek Pacet, serta anggota Lantas Polres Cianjur, yang datang ke lokasi, berupaya mengeluarkan tubuh korban dari bawah mobil. Selain itu juga mengevakuasi korban lainnya yang jatuh ke jurang.
Setelah berhasil mengangkat jasad korban, petugas membawa keduanya ke RSU Cimacan, guna otopsi dan mencari tahu identitas keduanya.
“Saat ini jasad keduanya berada di ruang jenazah RSU Cimacan, kami masih mencari tahu indentitas keduanya. Sedangkan pengemudi mobil APV, saat ini kami amankan, guna dimintai keterangan,” kata anggota Lakalantas Polres Cianjur, yang enggan disebut namanya-Kompas 140211

posted by http://www.ordtraining.com via BB

243 Tewas Selama Mudik Lebaran

Ini adalah data yang didapat dari Viva News.com untuk tahun ini 243 tewas. Angka yang cukup significant jumlah meninggal. Layaknya killing field, jalan raya di Indonesia adalah pembunuh utama. Proses pemiskinan terjadi karena sebagian besar yang tewas adalah usia produktif.
Kerugian materil akibat kecelakaan ini mencapai Rp 4, 178 miliar.
Nah kalau seperti ini, kita harus lebih mawas lagi atas perilaku kita dijalan raya. Thinks Safety drive safely !
Senin, 13 September 2010, 15:17 WIB

Ita Lismawati F. Malau, Beno Junianto

(Ronald Rorimpandey)

VIVAnews - Mabes Polri mengimbau para pemudik untuk memperhatikan rambu lalu lintas. Sebab kecelakaan selama mudik Lebaran didahului pelanggaran.

“Jangan melanggar kecepatan, muatan, rambu-rambu, marka jalan, petunjuk yang ada. Juga kelengkapan dan cek ban,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Iskandar Hasan, Senin 13 September  2010.

Dia memaparkan data kecelakaan sampai Minggu malam, 12 September 2010. “Kecelakaan 1098 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 243 orang,” kata dia.

Selain itu, korban yang mengalami luka berat mencapai 318 orang dan luka ringan sebanyak 619 orang. Kerugian akibat kecelakaan ini mencapai Rp 4, 178 miliar.

Berdasarkan data tahun 2009, dalam kurun waktu H-7 hingga H+7 Lebaran, terjadi 1.544 kecelakaan. Dari jumlah itu, korban tewas mencapai 735 orang, luka berat 976, dan luka ringan 567. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp5,6 miliar.

Pemudik yang akan kembali ke kota masing-masing dalam arus balik pun diminta untuk lebih berhati-hati. “Jangan memaksakan diri. Kalau capek istirahat.”

“Biar terlambat 1 hari sampai tujuan. Daripada kecepatan 1 menit, tiba di rumah sakit.” (adi)

• VIVAnews

30 ribu orang mati sia sia di jalan raya setiap tahun

30 Ribu Orang Tewas di Jalan Raya Setiap Tahun

Selasa, 24 November 2009 | 14:26 WIB

TEMPO Interaktif, Surakarta – Direktur Keselamatan Transportasi Darat Departemen Perhubungan Suripno mengatakan setiap tahun rata-rata 30 ribu orang meninggal akibat kecelakaan di jalan raya. Angka tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan negara-negara lain.

Penyebab kecelakaan di antaranya kondisi jalan raya yang kurang memadai dan fasilitas pendukung lalu lintas yang belum ideal. “Sehingga pemerintah kota perlu lebih serius melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan keselamatan,” ujarnya di Surakarta, Selasa (24/11).

Untuk itu, kata Suripno, pihaknya memberikan mobil pengawasan keselamatan untuk digunakan dalam mengecek kondisi jalan. Apakah masih layak untuk dilewati atau sudah perlu perbaikan. “Mobil juga bisa digunakan untuk keadaan darurat semisal ada kecelakaan,” ujarnya.

Selain mobil keselamatan, pemerintah daerah juga diimbau menggalakkan sosialisasi pentingnya berhati-hati di jalan, terutama kepada anak-anak yang seringnya mengabaikan faktor kehati-hatian.

“Agar mereka sadar dan berhati-hati, misalnya ketika menyeberang jalan,” kata Suripno. Sosialisasi tersebut dilakukan dari sekolah ke sekolah untuk membentuk perilaku.

Saat ini, lanjutnya, sedang digagas pengetahuan berlalu lintas dimasukkan dalam kurikulum di sekolah. “Mulai jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas,” ujarnya.

Pengetahuan yang dimaksud Suripno seperti kewajiban mengenakan helm pengaman bagi seluruh pengendara sepeda motor tanpa kecuali. “Kewajiban tersebut sebenarnya sudah ditetapkan sejak 1993, tapi masih saja diabaikan,” keluhnya. Dalam kesempatan yang sama, dia menyerahkan 45 helm bagi anak-anak di 12 sekolah dasar di Surakarta.

Wali Kota Surakarta Joko Widodo mengakui jika selama ini hampir tidak ada anak-anak yang memakai helm saat berkendara. Padahal, harusnya yang dilindungi pertama kali adalah anak-anak.

“Itu kan berbahaya (tidak memakai helm). Dengan pemberian helm tadi paling tidak bisa merangsang penggunaan helm bagi anak-anak,” jelasnya.

Dia juga siap ketika nantinya pengetahuan lalu lintas masuk kurikulum. “Personel Dinas Perhubungan sudah siap jika diminta untuk penyampaian materi. Alat-alat untuk mengajar juga sudah ada,” kata Joko.

Analisa kecelakaan di Toyota RAV 4 di Kawasan Menteng

Ini adalah berita yang saya kutip dari Detikoto. Kecelakaan maut yang melibatkan mobil Toyota RAV4 di kawasan Menteng yang merenggut nyawa 3 remaja pada 2 minggu masih terus diselidiki. Karena selain diduga terjadi akibat kalalaian pengemudi (human error) dan struktur jalannya, faktor kendaraan pun juga jadi pertimbangan. Polda Metro Jaya saat ini akan menyelidiki apakah ada kesalahan produksi mobil tersebut yang menyebabkan terjadinya kecelakaan maut itu. “Polisi saat ini masih menyelidiki kemungkinan kesalahan pada produksi Toyota RAV4 tersebut,” ungkap Kepala Seksi Kecelakaan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi kepada detikOto, Senin (8/3/2010). Sebab menurut tes yang sudah dilakukan kepolisian, pengemudi mobil maut tersebut ternyata negatif mengkonsumsi alkohol. Malah Herman mengakui kemungkinan kesalahan ada di mobilnya, khususnya pada pedal gas. Hal ini tentu mengingatkan kita pada kejadian penarikan besar-besaran mobil Toyota yang terjadi di Amerika karena pedal gas yang nyangkut di karpet mobil sehingga kecepatan mobil tidak bisa dikendalikan. Karena itulah kepolisian menurut Herman akan segera memanggil para ahli baik itu ahli jalan, ahli kendaraan dari Astra, pihak importir dan industri mobil Toyota RAV4. RAV4 merupakan salah satu mobil yang sempat mengalami masalah pada pedal gas. Pedal gas mobil ini dalam beberapa kasus ketika ditekan tidak kembali ke posisi semula, alias nyangkut. “Dari aspek teknologi, kita akan meminta keterangan dari ahli dan akan mempertanyakan apakah ada kelemahan-kelemahan dr produksi tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya kita harus lihat fakta-fakta komprehensif dari saksi ahli itu,” papar Herman. Kecelakaan maut itu sendiri terjadi pada Jumat 26 Februari sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil Toyota RAV4 bernopol B 8095 NL yang ditumpangi 5 remaja itu mengarah dari jalan layang Kuningan menuju Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat. Saat membelok, kendaraan tersebut menghantam pembatas jalan hingga akhirnya mobil tersebut terhempas. Rio Hartanto (18), pengemudi mobil tersebut tewas seketika setelah sebelumnya tubuh Rio tersangkut di balkon rumah pejabat Departemen Agama di samping restoran Izzi Pizza. Nikita Putri (17) dan Alvin Januar Tantriyadi (17) juga ikut tewas. Sementara 2 teman lainnya, Nicolas dan Lisya, terakhir mengalami kritis. “Kita akan terus selidiki, jangan sampai ada kecelakaan yang sama,” ujar Herman. Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan ketika dikonfirmasi hal ini menuturkan pihak kepolisian sebaiknya meminta pendapat dari kalangan importir umum atau IU. Toyota-Astra Motor menurut Johnny tidak mengimpor mobil tersebut. “Polisi sebaiknya menanyakan hal itu kepada importir umum, karena RAV4 kan bukan kita yang menjual, tapi para importir umum, salah alamat kalau bertanya kepada kami,” ujarnya. RAV4 yang merupakan mobil SUV itu memang masuk ke Indonesia melalui jalur importir umum dan bukan melalui Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) resmi Toyota yakni PT Toyota-Astra Motor. Sesuai berita tersebut Polisi menduga duga bahwa kemungkinan RAV 4 mengalami cacat produksi dimana pedal gasnya mudah menyangkut di karpet sehingga kendaraan menjadi sulit untuk dikemudikan.

Nah mari kita bahas kenapa bisa terjadi kecelakaan tersebut. Saya kurang sependapat dengan Kepolisian yang menduga kendaraan tersebut mengalami cacat produksi.

Kalau membaca release http://www.carcomplaints.com/Toyota/RAV4/2002/ maka justru kebanyakan kerusakan RAV terjadi di transmisi maticnya yang sulit berpindah gigi sedangkan putaran mesin sudah tinggi. Menyimak dari kecelakaan yang terjadi maka patut diduga faktor kesalahan pengemudi mempunyai andil yang paling besar.

1. Usia muda biasanya belum mempunyai cukup pengalaman mengemudi apalagi usia Rio Hartanto selaku pengemudi baru 18 tahun atau saat tahun pertama yang bersangkutan boleh mengemudi mobil sesuai dengan Undang Undang Lalulintas Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009.  Kontribusi kecelakaan pengemudi pemula sangat besar dan sayangnya di indonesia tidak ada statistik yang menunjukan angka ini. Di Amerika serikat sesuai dengan data yang dilansir oleh NHSTA National Center For Statistic and Analysis menjelaskan bahwa konribusi kecelakaan yang diakibatkan kecerobohan karena pengemudi pemula adalah sebesar 41 Persen hal ini menandakan bahwa usia muda sangat berpengaruh pada tingkat keselamatan berkendara. Disamping dikarenakan pengalaman yang kurang juga tingkat kemampuan menghindari resiko juga sangat rendah. Pengemudi pemula cenderung ingin menunjukan jati dirinya dan cenderung ingin menunjukan kemampuan mengemudinya pada orang lain ditempat yang tidak seharusnya (ngebut jalanan, cenderung reaktif dan lain sebagainya). Beberapa kesalahan pengemudi pemula dalam mengemudi diantaranya Posisi Mengemudi duduk bersandar dengan punggung menempel di sandaran. Posisi duduk harus nyaman dan sudut siku sehingga pergelangan tangan lincah bergerak alami. Posisi kedua tangan di arah jam 9 dan 3 dengan area bebas tapi tetap terkontrol. Kaki harus mendapat ruang gerak yang cukup dan saat injak pedal gas/kopling hanya gunakan sedikit tenaga saja. Kuasai kemudi: Saat bermanuver, pekerjakan kedua tangan dengan harmonis bukan hanya satu tangan yang bekerja. GUnakan teknik push and pull atau tekan dan dorong saat berbelok sehingga posisi tangan dapat dengan mudah berada di jam 9 – 3 kembali setelah bebelok. Dalam keadaan tikungan tajam dan kecepatan rendah teknik berbelok hand in hand atau tangan saling menyambut dapat dilakukan dalam posisi tikungan tajam dan kecepatan rendah. Pastikan tangan dan jari anda tidak masuk kebagian dalam lingkar kemudi. Kuasai lingkungan. anak muda gaya mengemudi cenderung agresif, lebih baik di jauhi, anak-anak yang ugal-ugalan, lebih baik mengalah dan tidak berebut jalan. Demikian pula bila bertemu dengan pengemudi berusia lanjut yang berjalan lamban, lebih baik bersabar dan tidak berteriak-teriak dengan klakson.

2. Bagaimana dengan jenis kendaraanya. Tentunya SUV mempunyai karakter yang berbeda dengan kendaraan sedan yang mempunyai tahanan udara lebih rendah (drag coeffient). Ketinggian kendaraan SUV membuat kendaraan cenderung terangkat karena gaya friksi udara aero dinamis lebih buruk dibandingkan sedan. Disamping itu SUV cenderung lebih tinggi sehingga mempunyai Center of Gravity (pusat gravitasi) yang berbeda dengan sedan dan SUV cenderung lebih oleng. Hal ini diakibatkan oleh gaya sentripental yang terjadi saat kendaraan menikung. Oleh karena itu perlu penyesuaian gaya mengemudi dan menyelami karakter kendaraan sebelum kita mengemudikan kendaraan. Tentunya Buku manual mempunyai peranan penting untuk diketahui sebelum kita mengendara dengan maksud mempelajari dan mengetahui sisi keamanan dari kendaraan tersebut.

3. Bagaimana cara mengemudi yang benar kendaraan SUV ? banyak kecelakaan terjadi awal mulanya justru dari setir (steering wheel) oleh karenanya Pengemudi selalu senantiasa kedua tangannya menggenggam setir untuk mengindari atau mengurangi gejala over steering saat keadaan darurat atau adanya potential hazard atau potensi keadaan bahaya (ban pecah, licin, tikungan, lubang dan lain lain). Anda bisa kehilangan kontrol hanya dalam waktu 1/2 detik saja yang dipicu oleh potential hazard. Oleh karenanya posisi tangan keduanya harus selalu menggenggam dan senantiasa berada di kemudi.

-  Jangan sesekali mencoba kembali kejalan saat kita terlalu kepinggir dan turun kebahu jalan pada kecepatan diatas 60 KPJ. karena beda ketinggian akan mengakibatkan perpindahan bobot kendaraan dan mengakibatkan gejala bodi roll atau keadaan limbung. Bersentuhan dengan ujung jalan akan mengakibatkan kendaraan tersandung. Secepatnya anda kurangi kecepatan setelah anda dapat menguasai kendaraan dan gejala bodi roll tidak ada lagi maka anda dapat kembali kejalanan. Ingat bahwa SUV lebih tinggi dibandingkan sedan.

- Jangan mengganti ban dengan ukuran tinggi yang berbeda karena hal tersebut akan mengakibatkan kendaraan menjadi cenderung gampang limbung. Kecuali anda perlu melakukan modifikasi untuk keperluan khusus (off-road) dan anda perlu merubah lingkar roda maka anda perlu melakukan penyesuaian dengan menambah lebar velg atau mengadopsi piranti keselamatan lainnya. Sebaiknya anda konsultasikan dulu kepada ahlinya sebelum anda melakukan modfikasi diluar ketentuan yang diatur dalam buku petunjuk (manual book).

- Tentunya sabuk keselamatan harus selalu terpasang pada pengemudi dan penumpangnya saat mengoperasikan kendaraan. Menyimak kejadian RAV 4 yang kecelakaan tersebut kemungkinan besar pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman.

Oleh karenanya mari kita sesuaikan gaya mengemudi kita sesuai dengan karakter kendaraan. Pastikan anda membaca manual book untuk mengerti mengenai cara menggunakannya dan memahami faktor keamanan yang dijelaskan dalam buku petunjuk.

Selamat mengemudi SUV.

Kecelakaan Lalu Lintas Pembunuh Nomor 3 di Indonesia

Kecelakaan Lalu Lintas Pembunuh Nomor 3 di Indonesia

artikel di detik.com
Kecelakaan Lalu Lintas Pembunuh Nomor 3 di Indonesia
Reporter: Luhur Hertanto

detikcom – Jakarta, Kecelakaan lalu

lintas merupakan pembunuh nomor 3 di
Indonesia. Setiap tahunnya rata-rata 30.000 nyawa melayang di jalan raya.

Demikian diungkapkan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa kepada wartawan usai menghadiri peringatan HUT Korpri ke-33 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (29/11/2004).

“Dengan angka setinggi itu, Indonesia duduk di peringkat ke-3 negara di ASEAN yang jumlah kecelakaan lalu lintasnya paling tinggi. Ini angka yang luar biasa, kecelakaan bisa digolongkan sebagai pembunuh nomor 3 di Indonesia,” ujarnya.

Sekadar diketahui, penyebab kematian nomor 1 dan 2 adalah penyakit jantung dan stroke. Data dephub menyebutkan mayoritas penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah kondisi kendaran yang tidak laik jalan dan kelelahan fisik pengemudi.

Menurut Hatta, perlu tindakan drastis dalam penegakan hukum dan disiplin yang tinggin untuk menekan angka kecelakan lalu lintas. Untuk itu, lanjut Hatta, pihaknya bersama instansi terkait tengah merumuskan metode memperketat pemberian lisensi kepada pengemudi kendaraan umum.

Metode lainnya adalah dengan menerapkan sistem champion awards, yakni mengaitkan kinerja pemda dengan angka kecelakaan di wilayahnya. “Jadi pemda juga bertanggung jawab menekan angka kecelakaan,” katanya.

Dua metode tersebut, lanjut Hatta, mengemuka dalam pertemuan menteri-menteri transportasi ASEAN di Kamboja yang baru saja diikutinya. Salah satu dekralasi yang dihasilkan dalam pertemuan itu adalah menekan tingginya angka kecelakaan di negara-negara ASEAN.

Disinggung soal kecelakaan lalu litas di jalan tol, Hatta menilai sebagai hal yang memprihatinkan. “Kecelakaan di jalan topl sangat memprihatinkan karena tersedianya infra struktur transportasi yang baik justru menyebabkan angka kecelakaan meningkat,” tuturnya.(rif)