Analisa kecelakaan di Toyota RAV 4 di Kawasan Menteng

Ini adalah berita yang saya kutip dari Detikoto. Kecelakaan maut yang melibatkan mobil Toyota RAV4 di kawasan Menteng yang merenggut nyawa 3 remaja pada 2 minggu masih terus diselidiki. Karena selain diduga terjadi akibat kalalaian pengemudi (human error) dan struktur jalannya, faktor kendaraan pun juga jadi pertimbangan. Polda Metro Jaya saat ini akan menyelidiki apakah ada kesalahan produksi mobil tersebut yang menyebabkan terjadinya kecelakaan maut itu. “Polisi saat ini masih menyelidiki kemungkinan kesalahan pada produksi Toyota RAV4 tersebut,” ungkap Kepala Seksi Kecelakaan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi kepada detikOto, Senin (8/3/2010). Sebab menurut tes yang sudah dilakukan kepolisian, pengemudi mobil maut tersebut ternyata negatif mengkonsumsi alkohol. Malah Herman mengakui kemungkinan kesalahan ada di mobilnya, khususnya pada pedal gas. Hal ini tentu mengingatkan kita pada kejadian penarikan besar-besaran mobil Toyota yang terjadi di Amerika karena pedal gas yang nyangkut di karpet mobil sehingga kecepatan mobil tidak bisa dikendalikan. Karena itulah kepolisian menurut Herman akan segera memanggil para ahli baik itu ahli jalan, ahli kendaraan dari Astra, pihak importir dan industri mobil Toyota RAV4. RAV4 merupakan salah satu mobil yang sempat mengalami masalah pada pedal gas. Pedal gas mobil ini dalam beberapa kasus ketika ditekan tidak kembali ke posisi semula, alias nyangkut. “Dari aspek teknologi, kita akan meminta keterangan dari ahli dan akan mempertanyakan apakah ada kelemahan-kelemahan dr produksi tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya kita harus lihat fakta-fakta komprehensif dari saksi ahli itu,” papar Herman. Kecelakaan maut itu sendiri terjadi pada Jumat 26 Februari sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil Toyota RAV4 bernopol B 8095 NL yang ditumpangi 5 remaja itu mengarah dari jalan layang Kuningan menuju Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat. Saat membelok, kendaraan tersebut menghantam pembatas jalan hingga akhirnya mobil tersebut terhempas. Rio Hartanto (18), pengemudi mobil tersebut tewas seketika setelah sebelumnya tubuh Rio tersangkut di balkon rumah pejabat Departemen Agama di samping restoran Izzi Pizza. Nikita Putri (17) dan Alvin Januar Tantriyadi (17) juga ikut tewas. Sementara 2 teman lainnya, Nicolas dan Lisya, terakhir mengalami kritis. “Kita akan terus selidiki, jangan sampai ada kecelakaan yang sama,” ujar Herman. Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan ketika dikonfirmasi hal ini menuturkan pihak kepolisian sebaiknya meminta pendapat dari kalangan importir umum atau IU. Toyota-Astra Motor menurut Johnny tidak mengimpor mobil tersebut. “Polisi sebaiknya menanyakan hal itu kepada importir umum, karena RAV4 kan bukan kita yang menjual, tapi para importir umum, salah alamat kalau bertanya kepada kami,” ujarnya. RAV4 yang merupakan mobil SUV itu memang masuk ke Indonesia melalui jalur importir umum dan bukan melalui Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) resmi Toyota yakni PT Toyota-Astra Motor. Sesuai berita tersebut Polisi menduga duga bahwa kemungkinan RAV 4 mengalami cacat produksi dimana pedal gasnya mudah menyangkut di karpet sehingga kendaraan menjadi sulit untuk dikemudikan.

Nah mari kita bahas kenapa bisa terjadi kecelakaan tersebut. Saya kurang sependapat dengan Kepolisian yang menduga kendaraan tersebut mengalami cacat produksi.

Kalau membaca release http://www.carcomplaints.com/Toyota/RAV4/2002/ maka justru kebanyakan kerusakan RAV terjadi di transmisi maticnya yang sulit berpindah gigi sedangkan putaran mesin sudah tinggi. Menyimak dari kecelakaan yang terjadi maka patut diduga faktor kesalahan pengemudi mempunyai andil yang paling besar.

1. Usia muda biasanya belum mempunyai cukup pengalaman mengemudi apalagi usia Rio Hartanto selaku pengemudi baru 18 tahun atau saat tahun pertama yang bersangkutan boleh mengemudi mobil sesuai dengan Undang Undang Lalulintas Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009.  Kontribusi kecelakaan pengemudi pemula sangat besar dan sayangnya di indonesia tidak ada statistik yang menunjukan angka ini. Di Amerika serikat sesuai dengan data yang dilansir oleh NHSTA National Center For Statistic and Analysis menjelaskan bahwa konribusi kecelakaan yang diakibatkan kecerobohan karena pengemudi pemula adalah sebesar 41 Persen hal ini menandakan bahwa usia muda sangat berpengaruh pada tingkat keselamatan berkendara. Disamping dikarenakan pengalaman yang kurang juga tingkat kemampuan menghindari resiko juga sangat rendah. Pengemudi pemula cenderung ingin menunjukan jati dirinya dan cenderung ingin menunjukan kemampuan mengemudinya pada orang lain ditempat yang tidak seharusnya (ngebut jalanan, cenderung reaktif dan lain sebagainya). Beberapa kesalahan pengemudi pemula dalam mengemudi diantaranya Posisi Mengemudi duduk bersandar dengan punggung menempel di sandaran. Posisi duduk harus nyaman dan sudut siku sehingga pergelangan tangan lincah bergerak alami. Posisi kedua tangan di arah jam 9 dan 3 dengan area bebas tapi tetap terkontrol. Kaki harus mendapat ruang gerak yang cukup dan saat injak pedal gas/kopling hanya gunakan sedikit tenaga saja. Kuasai kemudi: Saat bermanuver, pekerjakan kedua tangan dengan harmonis bukan hanya satu tangan yang bekerja. GUnakan teknik push and pull atau tekan dan dorong saat berbelok sehingga posisi tangan dapat dengan mudah berada di jam 9 – 3 kembali setelah bebelok. Dalam keadaan tikungan tajam dan kecepatan rendah teknik berbelok hand in hand atau tangan saling menyambut dapat dilakukan dalam posisi tikungan tajam dan kecepatan rendah. Pastikan tangan dan jari anda tidak masuk kebagian dalam lingkar kemudi. Kuasai lingkungan. anak muda gaya mengemudi cenderung agresif, lebih baik di jauhi, anak-anak yang ugal-ugalan, lebih baik mengalah dan tidak berebut jalan. Demikian pula bila bertemu dengan pengemudi berusia lanjut yang berjalan lamban, lebih baik bersabar dan tidak berteriak-teriak dengan klakson.

2. Bagaimana dengan jenis kendaraanya. Tentunya SUV mempunyai karakter yang berbeda dengan kendaraan sedan yang mempunyai tahanan udara lebih rendah (drag coeffient). Ketinggian kendaraan SUV membuat kendaraan cenderung terangkat karena gaya friksi udara aero dinamis lebih buruk dibandingkan sedan. Disamping itu SUV cenderung lebih tinggi sehingga mempunyai Center of Gravity (pusat gravitasi) yang berbeda dengan sedan dan SUV cenderung lebih oleng. Hal ini diakibatkan oleh gaya sentripental yang terjadi saat kendaraan menikung. Oleh karena itu perlu penyesuaian gaya mengemudi dan menyelami karakter kendaraan sebelum kita mengemudikan kendaraan. Tentunya Buku manual mempunyai peranan penting untuk diketahui sebelum kita mengendara dengan maksud mempelajari dan mengetahui sisi keamanan dari kendaraan tersebut.

3. Bagaimana cara mengemudi yang benar kendaraan SUV ? banyak kecelakaan terjadi awal mulanya justru dari setir (steering wheel) oleh karenanya Pengemudi selalu senantiasa kedua tangannya menggenggam setir untuk mengindari atau mengurangi gejala over steering saat keadaan darurat atau adanya potential hazard atau potensi keadaan bahaya (ban pecah, licin, tikungan, lubang dan lain lain). Anda bisa kehilangan kontrol hanya dalam waktu 1/2 detik saja yang dipicu oleh potential hazard. Oleh karenanya posisi tangan keduanya harus selalu menggenggam dan senantiasa berada di kemudi.

–  Jangan sesekali mencoba kembali kejalan saat kita terlalu kepinggir dan turun kebahu jalan pada kecepatan diatas 60 KPJ. karena beda ketinggian akan mengakibatkan perpindahan bobot kendaraan dan mengakibatkan gejala bodi roll atau keadaan limbung. Bersentuhan dengan ujung jalan akan mengakibatkan kendaraan tersandung. Secepatnya anda kurangi kecepatan setelah anda dapat menguasai kendaraan dan gejala bodi roll tidak ada lagi maka anda dapat kembali kejalanan. Ingat bahwa SUV lebih tinggi dibandingkan sedan.

– Jangan mengganti ban dengan ukuran tinggi yang berbeda karena hal tersebut akan mengakibatkan kendaraan menjadi cenderung gampang limbung. Kecuali anda perlu melakukan modifikasi untuk keperluan khusus (off-road) dan anda perlu merubah lingkar roda maka anda perlu melakukan penyesuaian dengan menambah lebar velg atau mengadopsi piranti keselamatan lainnya. Sebaiknya anda konsultasikan dulu kepada ahlinya sebelum anda melakukan modfikasi diluar ketentuan yang diatur dalam buku petunjuk (manual book).

– Tentunya sabuk keselamatan harus selalu terpasang pada pengemudi dan penumpangnya saat mengoperasikan kendaraan. Menyimak kejadian RAV 4 yang kecelakaan tersebut kemungkinan besar pengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman.

Oleh karenanya mari kita sesuaikan gaya mengemudi kita sesuai dengan karakter kendaraan. Pastikan anda membaca manual book untuk mengerti mengenai cara menggunakannya dan memahami faktor keamanan yang dijelaskan dalam buku petunjuk.

Selamat mengemudi SUV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s