Berkendara saat berpuasa

Jakarta adalah kota dengan lalulintas terpadat di dunia, kesemrawutan lalulintas dan tidak tertatanya system transportasi masal menjadi simpul dan penyebab kemacetan tersebut.  Tidak seriusnya Pemerintah menata transportasi publik dapat dilihat dari mangkraknya pembangunan Monorel yang menjadi tiang tak bertuan di tengah jalan sepanjang areal pejompongan, kemudian waterway yang pernah dicanangkan oleh sutiyoso mulai dari dukuh atas hingga bendungan manggarai yang sekarang tidak berwujud bentuknya, lalu beberapa koridor busway  yang menambah sempit jalanan dan tidak digunakan seperti koridor busway Harmoni Lebak Bulus, kemudian koridor Blok M Pondok Kelapa dan Blok M Pinang Ranti.

Oleh karenanya masyarakat Jakarta terpaksa menggunakan transportasi pribadi mulai dari motor hingga mobil. Nah ,  mengemudi di Jakarta adalah pekerjaan yang sangat serius dan memerlukan perhatian khusus.  Kenapa ? di Jakarta anda harus extra hati-hati dan rumit karena  di Jakarta akan terasa bahwa pedal gas, rem lebih sering digunakan. Expresi emosi terkadang terpancar dari pengemudi dan pengguna jalan lainnya. Klakson merupakan kebutuhan wajib yang senantiasa dibunyikan untuk memastikan interaksi dengan pengguna jalan lainnya. Mungkin hanya di  Jakarta orang bisa seenaknya naik motor berlawanan arah, gerobak didorong dijalur berlawanan.  Demikian pula dengan kendaraan umum, Metromini atau bis umum bisa dengan seenaknya menurunkan penumpang ditengah jalan tanpa mempedulikan kendaraan yang ada dibelakangnya.  Bahkan ada yang mengeluarkan stick golf sebagai cerminan kekerasan atas hukum rimba berlalu lintas di ibukota.  Pengendara hanya takut saat ada polisi yang bertugas selebihnya hukum kesemrawutan yang berlaku.

Bulan Agustus pertengahan  2010 umat Muslim memasuki bulan puasa.  Perubahan kondisi lalulintas tentunya akan lebih terasa. Saat puasa maka ada kecenderungan perusahaan swasta melakukan perubahan atau penyesuaian jam kerja dimana masuk biasanya akan dipercepat  sehingga pulang lebih awal.  Akibatnya akan langsung terasa dimana keadaan lalulintas  semakin tambah padat.  Tahun lalu saja, seorang rekan yang rumahnya di Cibubur dari kantornya di bilangan kuningan yang jaraknya hanya 33 km perlu menghabiskan waktu 2.5 jam . Bayangkan  waktu yang diperlukan sama dengan  waktu untuk jarak Bandung – Jakarta yang ditempuh hanya dalam waktu 2 jam pada kondisi normal.  Di beberapa titik, sekitar pukul 16.30 wib antrian mobil sudah mulai tampak. Hal ini terjadi karena hapir semua karyawan baik swasta maupun pemerintah pulang kantor berbarengan. Lalulintas baru mulai lancar kembali setelah azan maghrib tanda berbuka puasa.
Oleh karenanya perlu diatur rute dan waktu-waktu Anda berkendara di sore hari agar terhindar dari kemacetan lalu lintas.  Situasi ini akan terus berlanjut dari awal puasa hingga minggu ketiga dan baru kembali seperti semula 7 hari menjelang hari raya lebaran, ketika banyak keluarga membawa mobil mereka mudik dan liburan di kampung halaman.

Ada beberapa poin agar berkendara saat berpuasa tetap menjadi kegiatan yang nyaman dan menyenangkan.

Lebih baik menunggu saatnya berbuka puasa.  Setelah membatalkan puasa dan sedikit makan barulah kemudian menuju mobil dan mulai berkendara. Dengan pilihan ini, selain tidak terkena macet, berkendara menjadi tidak terlalu tergesa-gesa.

Tidak kalah penting juga adalah kelengkapan radio. Pastikan audio di mobil Anda dapat berfungsi dengan baik agar dapat digunakan memantau siaran tanda berbuka puasa.

Kalau anda terpaksa harus pulang  untuk berbuka puasa bersama dan terpaksa berkendara di sore hari, sebaiknya persiapkanlah makanan atau minuman  untuk berbuka puasa. Agar anda dapat berbuka puasa maka pastikan bahwa dikendaraan and a ada tempat menaruh makanan dan minuman (drink tray) agar makanan tidak terlempar saat anda harus melakukan pengereman.  Mengisi perut saat kendaraan benar benar berhenti dan tidak dalam kondisi berjalan.  Makananpun sebaiknya makanan ringan seperti kue-kue dan roti yang sifatnya hanya untuk membatalkan puasa saja, prinsip kehati-hatian dan tetap konsentrasi terhadap keadaan jalan harus diutamakan.  Sebaiknya hidupkan radio selama perjalanan untuk mendengarkan informasi terakhir situasi jalan.  Usahakan mendengarkan radio yang memberitakan informasi terkini situasi jalan sehingga anda dapat mengantisi rute yang terdekat dan tercepat yang akan ditempuh. Disamping itu dengan mendengarkan radio anda memastikan untuk mendengarkan Azan berkumandang.

Nah tips tadi berkaitan dengan saat buka puasa di jalan raya, bagaimana dengan meningkatnya emosi saat mengemudi di tengah kemacetan ?  nah anger management perlu diterapkan disini.  Anger management ini adalah cara dimana kita mengendalikan emosi. Amarah manusia pada dasarnya bisa muncul karena dorongan agresif yang disebut sebagai human aggressive yang terjadi karena hal hal diluar dugaan seperti motor nyelinap dan menyenggol spion misalnya, atau saking padatnya jarak kendaraan satu dan lainnya menjadi begitu dekat sehingga terkadang saling pepet.

Faktor tersebut bisa saja terjadi karena faktor internal (didalam diri) karena konflik internal yang tidak bisa terselesaikan dan keluar dalam bentuk marah. Misalnya karena masalah dirumah karena terlambat saur, kemudian terbawa dalam diri kita dan diimplementasikan di jalan raya.  Akibatnya orang tersebut menjadi pengemudi aggressive.

Sedangkan Faktor external adalah seperti contoh  diatas, seperti motor menyelinap dari kiri jalan, metromini yang berhenti menaikan atau turunkan penumpang sembarangan ditengah jalan, atau kendaraan umum lainnya yang ngetem diterminal mengakibatkan kita terpancing sebagai pengemudi yang aggresive. Faktor external inilah yang menimbulkan amarah karena adanya provokasi dari luar.

Gejalanya bisa dirasakan dengan jantung yang berdebar kencag dan muka memerah seiring dengan meningkatnya hormon andrenalin.

Dari amarah ini kemudian timbul secara reflex sikap defensive untuk mempertahankan diri. Nah sikap ini yang akhirnya sering kita temui perselisihan di jalan.  Ingat kejadian seorang pengendara lexus dengan Mischa S. Muin  beberapa waktu lalu ? nah itu adalah contoh sikap aggressive jalan raya yang timbul karena factor external.  Kalau ketegangan berubah menjadi bentrok fisik tentunya sikap ini akan menjadi destruktif. Sekali kejadian terbayang sudah kerugian yang timbul diantaranya, kerusakan yang timbul dan kerugian ikutan lain yang terjadi seperti biaya dan waktu extra yang harus dikeluarkan.  Kemarahan yang destruktif tanpa disadari bisa mengarah kriminal dan tentu hal ini sangat berbahaya.

Kalau sudah marah biasanya pengemudi cenderung agresif  dan ciri ciri pengemudi aggressive adalah sebagai berikut :

  • Diam aggressive yakni mengemudi dengan cara tergesa gesa, komplain, cenderung mencoba bersaing. Didahului orang kemudian berusaha mendahului kembali.
  • Verbal aggressive, dengan cara menyumpah, membuka jendela dan memaki maki, klakson tidak putus putus
  • Aggressive yang ambisi, memotong jalan, mendorong mobil dari belakang dan menghentikan laju kendaraan dan mengajak berkelahi.

Adakah untungnya kejadian tersebut diatas ?  Jawabannya adalah tidak ada justru kerugian berlipat yang timbul. Evaluasi cara mengemudi anda, apakah mungkin ada yang salah dari cara mengemudi anda atau mungkin saja anda berada dalam salah satu kategori diatas

Oleh karenanya kemarahan yang terjadi harus dikendalikan dengan pelbagai cara diantaranya :

  1. Jangan terpancing emosi apabila menemui pengemudi dengan tipe aggressive
  2. Sebaiknya menghindar saja apabila menemui pengemudi dengan tipe aggressive
  3. Selalu memikirkan resikonya apabila anda terlibat konflik dengan pengemudi aggressive
  4. Dengarkan radio supaya rasa marah kita beralih dan menurun tensi tinggi
  5. Usahakan mencari jalan alternative yang lebih nyaman, mendengarkan radio yang memberitakan tentang situasi jalan tentu sangat membantu memberikan solusi alternative jalan.
  6. Ingat bahwa Puasa adalah cara kita mengendalikan emosi,  oleh karenanya batal puasanya kalau anda akhirnya harus terlibat dalam konflik jalanan yang tidak perlu. Bersabar adalah kunci yang terbaik supaya anda selamat sampai tujuan.

Penulis :

Wijaya Kusuma S wijaya.kusuma@ordtraining.com

  • Pemerhati masalah lalulintas
  • Pengajar Defensive Driving and Riding – ORD Training Safety

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s