30 ribu orang mati sia sia di jalan raya setiap tahun

30 Ribu Orang Tewas di Jalan Raya Setiap Tahun

Selasa, 24 November 2009 | 14:26 WIB

TEMPO Interaktif, Surakarta – Direktur Keselamatan Transportasi Darat Departemen Perhubungan Suripno mengatakan setiap tahun rata-rata 30 ribu orang meninggal akibat kecelakaan di jalan raya. Angka tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan negara-negara lain.

Penyebab kecelakaan di antaranya kondisi jalan raya yang kurang memadai dan fasilitas pendukung lalu lintas yang belum ideal. “Sehingga pemerintah kota perlu lebih serius melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan keselamatan,” ujarnya di Surakarta, Selasa (24/11).

Untuk itu, kata Suripno, pihaknya memberikan mobil pengawasan keselamatan untuk digunakan dalam mengecek kondisi jalan. Apakah masih layak untuk dilewati atau sudah perlu perbaikan. “Mobil juga bisa digunakan untuk keadaan darurat semisal ada kecelakaan,” ujarnya.

Selain mobil keselamatan, pemerintah daerah juga diimbau menggalakkan sosialisasi pentingnya berhati-hati di jalan, terutama kepada anak-anak yang seringnya mengabaikan faktor kehati-hatian.

“Agar mereka sadar dan berhati-hati, misalnya ketika menyeberang jalan,” kata Suripno. Sosialisasi tersebut dilakukan dari sekolah ke sekolah untuk membentuk perilaku.

Saat ini, lanjutnya, sedang digagas pengetahuan berlalu lintas dimasukkan dalam kurikulum di sekolah. “Mulai jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas,” ujarnya.

Pengetahuan yang dimaksud Suripno seperti kewajiban mengenakan helm pengaman bagi seluruh pengendara sepeda motor tanpa kecuali. “Kewajiban tersebut sebenarnya sudah ditetapkan sejak 1993, tapi masih saja diabaikan,” keluhnya. Dalam kesempatan yang sama, dia menyerahkan 45 helm bagi anak-anak di 12 sekolah dasar di Surakarta.

Wali Kota Surakarta Joko Widodo mengakui jika selama ini hampir tidak ada anak-anak yang memakai helm saat berkendara. Padahal, harusnya yang dilindungi pertama kali adalah anak-anak.

“Itu kan berbahaya (tidak memakai helm). Dengan pemberian helm tadi paling tidak bisa merangsang penggunaan helm bagi anak-anak,” jelasnya.

Dia juga siap ketika nantinya pengetahuan lalu lintas masuk kurikulum. “Personel Dinas Perhubungan sudah siap jika diminta untuk penyampaian materi. Alat-alat untuk mengajar juga sudah ada,” kata Joko.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s