tempointeraktif – Karen Ngeles masalah BBM

Dirut Pertamina: Buktikan Kualitas Premium Buruk

Jum’at, 23 Juli 2010 | 18:54 WIB

Tempo/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta -Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karena Agustiawan menantang pihak-pihak yang mengklaim  kualitas bahan bakar minyak premium Pertamina buruk untuk membuktikannya.

“Jadi kalau misalnya nanti ada yang mengadu ke Pertamina, saya siap menghadapinya,” kata Karen usai diskusi elpiji di hotel Four Seasons hari ini.

Karen meminta pihak yang menuding premium produk Pertamina berkualitas buruk untuk membuat laporan tertulis dan mengirimkan surat itu kepadanya.

Menurut Karen, premium Pertamina sudah diuji di laboratorium dan dinyatakan on spec. Perusahaan pelat merah itu berkukuh premium telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah, yakni memiliki angka oktan riset (RON) 88.

Pertamina juga menjamin kualitas premiumnya terjaga hingga pendistribusian ke tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). “Premium Pertamina sudah memenuhi kualitas, itu yang kami pegang,” kata   Karen .

Karen membantah jika Pertamina sengaja menurunkan kualitas premiumnya agar masyarakat pengguna kendaraan beralih ke Pertamax. “Saya sebagai Dirut Pertamina tidak pernah melakukan itu. Itu adalah spekulan-spekulan yang bicara,” jelasnya.

Jika ada kasus mobil yang mengalami kerusakan mesin akibat kesalahan penggunaan jenis bahan bakar, kata Karen, harus dicek kembali ke pabrikan mobil tersebut.

Corporate Secretary Pertamina Toharso mengatakan,  RON yang lebih tinggi cocok untuk mobil yang memiliki rasio kompresi tinggi, yakni mobil-mobil yang cc-nya besar dan keluaran baru. Jika mobil keluaran baru diiisi jenis bahan bakar yang oktannya rendah, maka mesinnya bisa bermasalah. “Misalnya mobil kelas BMW mercy yang mensyaratkan RON minimal 92, jika diumpanin RON yang lebih rendah, mesinnya bisa berbunyi ‘kletek-kletek-kletek’,” jelasnya. Namun, jika mobil keluaran lama diisi bahan bakar dengan RON tinggi, mesinnya akan cepat panas.

Toharso mengatakan, pihak yang menentukan kendaraan  tertentu harus menggunakan jenis  bahan bakar tertentu  adalah pabrik pembuat mesin kendaraan tersebut, dan ada ketentuannya. “Namanya OEM, original engine manufacture.”

Setiap jenis mobil memiliki ketentuan tersebut dan disampaikan ke pengguna dalam buku manual penggunaan kendaraan. “Kendaraan terbaru tidak ada yang menyarankan RON 88. Kira-kira keluaran tahun 2000-an,” ujar Toharso.

MAHARDIKA SATRIA HADI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s